Cara Menghitung Pemotongan PPh 21 Karyawan Menggunakan Metode TER

Apakah Anda seorang staf HRD baru, pemilik UMKM, atau karyawan yang mendadak bingung melihat slip gaji tahun 2026? 

Sejak pemerintah merombak total sistem pemotongan pajak penghasilan, istilah TER (Tarif Efektif Rata-Rata) menjadi perbincangan hangat di kantor-kantor.

Dulu, menghitung PPh 21 itu rumitnya minta ampun karena harus dikurangi biaya jabatan dan iuran BPJS setiap bulan. 

Sekarang, di era Coretax 2026, segalanya dibuat lebih simpel dengan metode TER. 

Tapi, “simpel” bukan berarti tanpa aturan, ya! 

Yuk, kita bedah tuntas cara menghitungnya agar Sobat Pintar nggak salah potong dan nggak kena semprit orang pajak.

1. Apa Itu Metode TER dan Mengapa Digunakan?

Sobat Pintar, metode TER diperkenalkan untuk menyederhanakan pemotongan pajak bulanan (Masa Pajak Januari-November). 

Tujuannya agar pemberi kerja tidak perlu melakukan perhitungan rumit yang berulang-ulang setiap bulan. Cukup lihat tabel, cocokkan penghasilan bruto, lalu potong!

Metode ini tidak mengubah total pajak setahun, hanya cara mencicilnya saja yang dibuat lebih ringkas. Jadi, jangan kaget kalau potongan bulan Desember nanti akan sedikit berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya.

2. Langkah-Langkah Menghitung PPh 21 dengan TER

Mari kita bahas alur resminya secara perlahan agar Sobat Pintar bisa langsung mempraktikkannya.

Langkah 1: Tentukan Kelompok TER Karyawan (A, B, atau C)

Langkah pertama adalah melihat status PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) karyawan tersebut. Berdasarkan aturan terbaru, kategori TER dibagi tiga:

  • Kategori TER A: Untuk karyawan dengan status PTKP:
    • TK/0 (Lajang, tanpa tanggungan) – Rp.54 Juta.
    • TK/1 (Lajang, 1 tanggungan) – Rp.58,5 Juta.
    • K/0 (Menikah, tanpa tanggungan) – Rp58,5 Juta.
  • Kategori TER B: Untuk karyawan dengan status PTKP:
    • TK/2 atau K/1 – Rp.63 Juta.
    • TK/3 atau K/2 – Rp.67,5 Juta.
  • Kategori TER C: Untuk karyawan dengan status PTKP:
    • K/3 (Menikah, 3 tanggungan) – Rp.72 Juta.

Langkah 2: Identifikasi Penghasilan Bruto Bulanan

Setelah tahu kategorinya, jumlahkan semua yang diterima karyawan dalam satu bulan tersebut. Ingat, yang dihitung adalah Bruto (sebelum potongan apa pun). Komponennya meliputi:

  • Gaji pokok dan tunjangan tetap.
  • Uang lembur, bonus, insentif, atau gratifikasi.
  • THR (pada bulan diterima).
  • Gross-up natura/kenikmatan (fasilitas kantor yang diuangkan dalam pajak).

Langkah 3: Hitung PPh 21 Bulanan (Januari – November)

Cara menghitungnya sangat mudah:

PPh 21 Per Bulan = Penghasilan Bruto x % Tarif TER (sesuai tabel)

Sobat Pintar cukup melihat tabel tarif yang diterbitkan pemerintah. Misalnya, jika penghasilan bruto karyawan kategori A adalah Rp.6 juta, cari di tabel kategori A berapa persen tarif untuk rentang tersebut.

Langkah 4: Hitung PPh 21 Masa Pajak Terakhir (Desember)

Nah, di bulan Desember, metode TER tidak lagi berlaku. Kita kembali ke perhitungan konvensional (Pasal 17) untuk melakukan rekonsiliasi tahunan:

  1. Jumlahkan seluruh penghasilan bruto setahun.
  2. Kurangi dengan biaya jabatan (5%, maks Rp6 juta/tahun).
  3. Kurangi dengan iuran pensiun/JHT yang dibayar karyawan.
  4. Kurangi dengan PTKP.
  5. Dapatkan Penghasilan Kena Pajak (PKP).
  6. Gunakan Tarif Pasal 17 UU PPh (Lapis progresif 5%, 15%, 25%, dst.).
  7. Kurangi dengan total pajak yang sudah dipotong (Januari-November). Selisihnya itulah yang dipotong di bulan Desember.
Pajak Pintar Support

Konsultasi Pajak All In Lebih Mudah

Butuh bantuan pajak perusahaan atau pribadi? Tim Pajak Pintar siap bantu Anda secara cepat dan profesional.

Konsultasi via WhatsApp

3. Contoh Singkat Perhitungan (Kategori TER B)

Supaya makin jelas, bayangkan Sobat Pintar memiliki karyawan bernama Budi dengan status K/1 (Menikah, 1 anak). Artinya Budi masuk Kategori TER B.

  • Gaji Bruto Budi: Rp10.000.000/bulan.
  • Bulan Maret: Berdasarkan tabel TER B, tarif untuk Rp10 juta adalah 2%.
  • Maka Potongan PPh 21 Maret: Rp10.000.000 x 2% = Rp200.000.

Sangat simpel, bukan? Tidak perlu lagi menghitung biaya jabatan di setiap bulan!

4. Inti Perubahan Terbaru di Tahun 2026

Apa yang paling mencolok di tahun ini?

Integrasi Coretax

Semua perhitungan TER ini kini sudah tertanam dalam sistem Coretax. Jika Sobat Pintar salah input kategori, sistem akan memberikan peringatan.

Validasi NIK

Pemotongan TER hanya akurat jika NIK karyawan sudah tervalidasi. Jika belum, tarifnya bisa melonjak 20% lebih tinggi karena dianggap tidak ber-NPWP.

Natura

Fasilitas seperti mobil dinas atau apartemen kini lebih ketat aturannya dalam komponen bruto, pastikan Sobat Pintar melakukan update data.

Pajak Pintar Support

Konsultasi Pajak Jadi Lebih Mudah

Butuh bantuan pajak All In untuk perusahaan atau pribadi? Tim Pajak Pintar siap bantu Anda secara cepat dan profesional.

Konsultasi via WhatsApp

5. Bingung? Jangan Sampai Salah Potong!

Meskipun terlihat mudah, kesalahan menentukan kategori TER atau salah menjumlahkan komponen bruto bisa berakibat fatal. Karyawan bisa protes karena potongan terlalu besar, atau perusahaan kena denda karena kurang setor.

Jika Sobat Pintar merasa kewalahan mengelola payroll dan pajak karyawan yang jumlahnya banyak, atau bingung menghadapi transisi ke sistem Coretax, bekerjasama dengan konsultan pajak adalah solusi paling cerdas. Mereka memastikan perhitungan presisi, kepatuhan terjaga, dan Sobat Pintar bisa fokus membesarkan bisnis.

Layanan Konsultasi Pajak Pintar

Sobat Pintar, jangan biarkan rumus-rumus pajak menyita waktu produktifmu. Apalagi dengan adanya sistem Coretax yang semakin ketat, satu kesalahan kecil dalam penginputan TER bisa berujung pada audit yang melelahkan.

Tim Konsultasi Pajak Pintar hadir sebagai solusi bagi kamu yang ingin terima beres. Kami ahli dalam menangani:

Selesaikan kerumitan pajakmu hari ini!

Hubungi pakar kami sekarang dan pastikan potongan pajak perusahaanmu 100% akurat.

Konsultasi Gratis Disini

Konsultasikan kebutuhan pajak pribadi maupun perusahaan Anda All In bersama tim Pajak Pintar yang berpengalaman.

Konsultasi via WhatsApp

Sumber Referensi 

  1. Penghitungan TER PPh 21 oleh Direktorat Jenderal Pajak – tarif efektif bulanan dan contoh kasus. 
  2. Tarif Efektif Rata-rata (TER) Penyempurnaan PPh 21 
  3. TER Bulanan & Harian – contoh struktur kategori. 
  4. Perbedaan PPh 21 TER dan Formula Lama 
  5. Tarif Pasal 17 UU PPh – dasar tarif progresif setahun
  6. PP Nomor 58 Tahun 2023 – ketentuan TER
  7. PER-16/PJ/2022 – format bukti potong terbaru 
  8. Dokumen FAQ TER PPh 21 PDF DJP – panduan teknis mengatasi kasus rumit
CS Pajak Pintar

Admin Pajak Pintar

Online • Siap Membantu Anda

Pajak Pintar

Halo! Ada yang bisa kami bantu terkait konsultasi pajak, laporan SPT, atau layanan perpajakan lainnya? 😊

10:00
Free Konsultasi Pajak Tanya Di Sini!
Logo Tim Konten Pajak Pintar
Ditinjau & Ditulis Oleh

Tim Konten Pajak Pintar

Kolektif ahli strategi konten, konsultan, dan praktisi perpajakan profesional yang berdedikasi menyajikan informasi finansial, regulasi, dan perizinan bisnis secara cerdas, akurat, dan mudah dipahami.